SURAT UNTUK TUHAN… DARI SEORANG KARYAWAN

Oleh : Pandji Kiansantang (10 April 2011)

 

Seperti Inikah dunia kerja?

Kesibukan yang tiada habisnya,

Pekerjaan yang tidak ada beresnya

Deadline dan rapat datang silih berganti.

Menghadapi omelan Atasan, dan keluhan Bawahan sudah jadi bagian Job Desc sehari-hari

Tak sadar waktu berjalan begitu cepat, usia menua, rambut mulai memutih, kening makin berkerut

Perut makin buncit dan penyakit menumpuk.

Pendapatan seakan tidak pernah cukup,

Gaji yang numpang lewat memaksa kami untuk ahli dalam hal gali lobang tutup lobang.

Jalanan makin macet, 2 jam perjalanan pergi dan 3 jam perjalanan pulang sudah menjadi hal biasa. Apa boleh buat umur, habis di jalan.

Sering kali saat pulang bekerja, anak sudah lelap tidur, dan kami pergi bekerja saat  mereka belum terbangun.

Rutinitas membuat kita kehilangan kemanusiaan dan menjadi robot di tempat kerja

Stress seakan-akan sudah menjadi kompetensi kami.

Kami ingin menjadi Karyawan Teladan, bukan karyawan Telatan.

Bersosialisasi di kantor untuk Net-working, bukan Not-working

Kami ingin dapatkan Promosi, bukan Promo-singkir.

Karyawan adalah Asset, bukan Keset

Karyawan seharusnya Di-berdayakan, bukan Di-perdayakan

Jika kami belum berprestasi, kami ingin Dibina, bukan Dibina-sakan

Semua seakan sudah lengkap, dan sudah kami lakukan, kecuali satu hal : bersyukur dan berterima kasih.

Terima kasih Tuhan, Kau telah karuniakan kami rezeki dan pekerjaan yang menafkahi istri dan anak kami.

Ampuni kami Tuhan karena tidak pernah merasa puas dan selalu menjerit kekurangan rezeki

Ya Tuhan Kami, jadikan kami sebagai Makhluk-Mu yang pandai bersyukur

Tentramkan hati kami dengan apapun yang telah kami miliki, jangan biarkan hati kami risau dengan apa-apa yang dimiliki orang lain dan belum kami miliki.

Bimbing kami untuk meraih Sukses, yaitu mendapatkan apa yang kami inginkan

Tapi di atas segalanya, ajarkan kami tentang arti sesungguhnya dari Bahagia yaitu menginginkan apa yang telah kami dapatkan.

Jangan jadikan pekerjaan kami sekedar menghabiskan usia, melainkan hari-hari untuk menghimpun tabungan pahala dan menciptakan berbagai hasil karya yang bermanfaat.

Jadikan pekerjaan kami sekarang sebagai sarana ibadah dan niat untuk membesarkan nama-Mu

Terangi kami agar tetap menapaki Jalan Lurus dalam bekerja, tidak tergoda melakukan penyimpangan dan penyalahgunaan.

Jadikan rekan kerja kami sebagai Mitra Kebaikan, dan tempat kerja kami sebagai Ladang Amal Kebajikan.

Berkahilah gaji kami, jadikan mampu mencukupi dan dapat menabung untuk masa depan kami.

Berilah kami kemampuan mengelola uang untuk membedakan antara yang benar-benar Kebutuhan dan yang sekedar Keinginan untuk memenuhi hasrat gaya hidup

Majukan karier kami atas dasar prestasi, bukan dengan menjilat atasan dan menginjak bawahan.

Karuniakan kami kemampuan untuk membina, sehingga rumput di pekarangan tetangga tidak terlihat selalu lebih hijau, karena kita tidak pernah merawat rumput di pekarangan sendiri.

Jadikan semangat bekerja sebagai karakter kami sehingga kami meyambut Senin pagi sama bersemangatnya dengan menyongsong Jum’at sore. Biarkan kami mengubur dalam-dalam ”I don’t like Monday” dan memendam kegembiraan ”Thanks God it’s Friday”

Seimbangkan hidup kami antara tugas dan keluarga,

Antara bekerja dan olahraga…,

dan untuk mencari kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak.

Walaupun dipisahkan oleh jarak dan waktu, jangan jauhkan hati kami dengan orang-orang yang kami kasihi.

Sadarkan kami bahwa kehidupan bagai roda beputar. Tak selamanya kita selalu berada di atas ataupun di bawah.

Hindarkan agar kami tidak mendewakan jabatan sebagai status dan kekuasaaan, tapi sebagai amanat dan tanggung jawab

Lembutkan hati kami untuk dapat bekerja sama dengan rekan kerja kami.

Buka mata-hati kami untuk Peduli dan Ikhlas membantu mereka yang memerlukan bantuan.

Mampukan kami untuk lebih menghargai anak buah yang selama ini membantu kami. Mudahkan kami untuk secara tulus melakukan hal-hal yang sesungguhnya sederhana, seperti mengucapkan terima kasih bila di bantu, dan lebih jeli melihat sisi baik dari setiap orang.

Lancarkan lidah kami untuk memuji setiap kemajuan dan tugas yang dikerjakan dengan baik.

Jadikanlah kami sebagai pemimpin yang baik bagi anak buah kami.

Terima kasih kepada Atasan kami yang di tengah kesibukannya tetap berusaha membimbing kami.

Terima kasih kepada perusahaan yang telah begitu baik kepada kami dengan menjadi jalan rezeki bagi kami.

Di atas segalanya, kubersujud berterimakasih pada-Mu Sang Maha Pencipta.

Kau jadikan dunia ini begitu indah dan kehidupan ini begitu berharga

Ya Tuhan-ku jangan kerdilkan diri kami dengan kesombongan dan sifat takabur. Tinggikan derajat kami dengan Ilmu Padi, semakin berisi, semakin rendah hati.

Tegarkan kami untuk menerima gelombang perubahan menuju kemajuan…

karena sesungguhnya di dunia ini tidak ada yang tetap kecuali perubahan itu sendiri.

Karuniakanlah Ilmu-Mu agar kami terus mau belajar dengan berbesar hati untuk senantiasa memperbaiki kekurangan-kekurangan kami.

Akhirnya Tuhan ku jadikan keberadaan kami di dunia yang fana ini menjadi karunia bagi dunia, menjadi garam dan terang bagi dunia.

Semaikan sifat welas asih di sanubari kami,

Semerbakkan cinta kasih dalam setiap pikiran, ucapan, dan tindakan kami…

Agar kami ikut menjadi rahmat bagi alam semesta…

Agar semua makhluk hidup di dunia berbahagia….

A m i n…..

Lembang 10 April 2011

Pandji Kiansantang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *