BELAJAR “MAKNA PERJUANGAN HIDUP” DARI SANG PETINJU, MUHAMMAD ALI

 M Ali

Innalillahi wa inna lilahi rojiun. Telah meninggal dunia pada 3 Juni 2016 atau beberapa hari sebelum datangnya bulan suci Ramadhan : Muhammad Ali, 3 X Juara Tinju  kelas Berat dunia yang mengharumkan nama atlet muslim dunia. Ia adalah Legenda, salah satu petinju (Boxer) terhebat sepanjang masa. Ia adalah idola jutaan orang di seluruh dunia.

Muhammad Ali memang sangat menginspirasi. Bukan hanya berani di pertandingan tinju (gaya bertinjunya dikenal dengan gaya Ali), tapi dalam kehidupan bermasyarakatpun, ia adalah sosok pemberani (mengingat ia adalah etnis minoritas Afro-Amerika yang pada masa itu merupakan warganegara kelas dua yang mengalami diskriminasi di Amerika Serikat).

Ia berani kehilangan gelar juara kelas berat dunia karena membela prinsip menolak Perang Vietnam. Langkah yang sangat langka pada masa kini. Keberaniannya bersuara sempat membuatnya dijuluki “si Mulut Besar”. Almarhum juga sangat menonjolkan identitasnya sebagai Muslim : “I am Moslem !”.

Kisah suksesnya di dunia tinju mengesankan, tapi lebih mengharukan adalah perjuangannya menghadapi penyakit parkinson yang diakibatkan cedera otak karena akumulasi benturan pukulan yang diterimanya selama karir bertinju.

Ali yang dulunya perkasa sehingga pernah dijuluki dan dibuatkan lagu berjudul “Black Superman”, menghabiskan usia tuanya berjuang melawan penyakit yang membuatnya lemah tak berdaya dan lemah ingatan. Almarhum menghadapi ujian keimanan berupa penyakit parah. Mudanya bagaikan Hercules, di masa tuanya bagaikan Nabi Ayyub AS.

Kini baginya semuanya sudah selesai baik lonceng di ring tinju maupun batas waktu kehidupan di dunia.

Ia sudah membuktikan bahwa ia adalah PETARUNG YANG TANGGUH dalam pertandingan tinju, PETARUNG dalam kehidupan sosial  yang berani menyuarakan hak-hak minoritas dan akhirnya menjadi PETARUNG yang tabah dan sabar dalam menghadapi penyakit kronis di masa tuanya.
He is a Real Fighter.
Ia adalah PETARUNG SEJATI.

Terimakasih Mohammad Ali…

Semoga kita dapat mengikuti jejaknya dengan menjadi pribadi PEMBERANI dalam membela Agama, kebenaran dan memihak masyarakat yang lemah, serta TANGGUH dalam menghadapi berbagai masalah dan kesulitan hidup!

(Berbagi inspirasi pada hari Minggu yang indah menjelang bulan suci Ramadhan oleh Pandji Kiansantang, 5 Juni 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *